Ratu Adil
Fenomena Pemimpin Di Negara Kita
ratu adil mungkin akan datang sesuai tanda zaman. Bila kita cermati, sejak dari dulu Negara kita ini penuh dengan kekisruhan, hanya saja mungkin tergantung bagaimana memolesnya. Terbukti pujangga kuno banyak sekali membuat karya yang menyentil kebijakan penguasa pada zaman itu. Semisal Ronngowarsito, dll. Sindiran yang disampaikan berupa puisi atau sajak dengan kedalaman makna tertentu yang diharapkan bisa menggugah kesadaran kepada yang dituju, yah minimal orang disekitarnya. Dan semua itu biasanya berakhir pada sosok ratu adil
Perebutan kekuasaan, sikut menyikut, dan lainnya seolah seperti hal biasa. Bila ada ungkapan bijak yang mengatakan berkacalah dari masa lalu, hal itu menurut penulis sudah amat cukup untuk merubah semuanya, dengan catatan tinggalkan yang jelek dan lakukan yang baik, utamakan kepentingan rakyat banyak, karena pemimpin pada hakekatnya adalah pelayan rakyat. ( hal ini sangat sering diucapkan di zaman sekarang, sayang untuk makna di nomor duakan. Wajar dan lumrah bila rakyat kemudian akan berpaling pada sosok ratu adil yang diharapkan akan merubah semua keadaan itu.
Siapakah ratu adil itu..?
Wacana akan dimunculkannya ratu adil, pada hakekatnya adalah sosok pemimpin tanpa mahkota kekuasaanyang melebur luruh dengan rakyat dalam setiap ucapan dan tindakan tidak bertentangan dengan yang sudah digariskan. Bila memperoleh kemenangan, maka tidak akan menghujat lawan, karena bukan salah atau kemenangan yang dicari, melainkan Ridho tuhannyalah yang menjadi inspirasi dalam setiap hembusan dan tarikan nafasnya.
Bila di dalami, maka ratu adil secara hakiki bisa dimaknai sebagai sosok adil yang nantinya akan mengadili semua kekisruhan dan ketidak jelasan yang erjadi selama ini, karena ratu adalah Rah yang Tu dengan keabadian. Tidak diharuskan menunggu kareena mutlak kuasa dan hak Tuhan. Sebelum itu bijaksana apabila kita mulai sanggup dan mampu Mengadili diri kita sendiri.

Ratu Adil ada di antara harapan, impian, dan kenyataan …
Ratu Adil, ra atau roh sebagai hamba dunia “Rakyat”, Tu.nyata atau tunggal manyatu “bersatu” (dalam pengertian dari telapak kaki sampai ke ubun-ubun baik lahir maupun bathin bersatu)tunggal redho Allah.Swt dan Karena Allah.Swt.(Rakyat Bersatu), Aman, Damai, Indah, Luhur pribadinya. itulah sosok “Ratu Adil” yang bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat, dan pemeluk agama lain. orangnya tegas, bijaksana, harta dan kasanah kedudukan bukanlah tujuannya, melainkan ” Lintang Kerti Jajar Seratus ” Napas kehidupannya Ridho Allah.Swt dan Karena Allah.Swt. Amin.